15 Feb Bagaimana Cara Menciptakan Negara Konflik dan Perang Saudara?

Sharing is caring!

Relawan DJOSS - Relawan Duta Djarot-Sihar I Stand on the Right Side - Bagaimana Cara Menciptakan Negara Konflik dan Perang Saudara?

I Stand on the Right Side

Untuk menciptakan negara konflik ada beberapa langkah:

  1. Menciptakan ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan kinerjanya. Ketidakpercayaan beda dengan kritik. Kritik itu ada niat untuk memperbaiki pemerintahan. Kalau ketidakpercayaan itu artinya yang dilakukan pemerintah semuanya buruk.
  2. Menciptakan gesekan politik horisontal di tengah masyarakat, dengan membuat kubu-kubu politik di tengah masyarakat lalu digesekkan satu sama lain. Hembuskan isu-isu skandal politik meskipun itu adalah berita bohong (hoax).
  3. Menciptakan intoleransi umat satu agama. Misalnya membuat perselisihan internal Islam dengan mengadu domba NU dan Muhammadiyah.
  4. Menciptakan intoleransi antar umat beragama, dengan cara menanamkan pandangan bahwa umat agama lain itu buruk, najis, dan merupakan musuh yang mengancam agama sendiri. Masalah ini sebenarnya bukan masalah benar-salah. Masalah ini sebenarnya hanya soal bagaimana caranya antar-umat beragama itu saling membenci, saling memusuhi, saling menyerang, dan saling menghantam.
  5. Jika sudah begini, tinggal hembuskan satu isu kasus yang “daya ledaknya” tinggi. Satu saja isu itu dihembuskan, maka sempurnalah jalan menuju negara konflik yang berperang saudara. Contoh misal di Irak dihembuskan isu pembantai kaum Kurdi oleh Saddam Hussein. Di Suriah isu Syiah-Sunni. Di Afghanistan isu pemerintah thoghut pro-kafir. Di Libya isu kediktatoran Qadhafi. Begitu juga di negara-negara Afrika dan lain-lain.
  6. Saat sudah terjadi gesekan, langkah selanjutnya adalah drop senjata. Senjata mahal? Ya mahal, tapi banyak sponsor yang mau menggelotorkan milyaran Dollar untuk mendanai perang saudara demi kepentingan perut mereka. Jadi santai saja. Perusahaan besar di dunia siap untuk “berjudi” senjata di wilayah negara-negara konflik.
  7. Akhirnya negara hancur. Infrastruktur hancur. Ekonomi hancur. Kehidupan pun lenyap dari negara tersebut.

Bagaimana solusinya? Saya tidak tahu. Karena semua negara yang sedang mengalami hal tersebut hingga hari ini mereka masih perang.

Yang bisa kita lakukan adalah MENCEGAH sebelum terjadi.

Anda mau Indonesia seperti itu? Silakan lakukan tujuh langkah tersebut, Insya Allah manjur. Kenapa? Karena sudah terbukti mujarab di banyak negara dengan berbagai kultur.

Tapi jika anda TIDAK INGIN itu terjadi di Indonesia maka lakukan langkah-langkah kebalikan dari 7 poin di atas:

  1. Bangun kepercayaan kepada pemerintah, dan berikan kesempatan mereka bekerja, siapa pun yang memimpin dari mana pun partainya. Awasi mereka agar tidak korupsi. Kritik mereka dengan sopan dan santun. Usahakan kritik melalui jalur ilmiah dan produktif.
  2. Berdewasalah dalam dunia politik. Politik sebenarnya adalah akibat dari pergaulan manusia yang kompleks. Politik lahir dari kebutuhan manusia satu sama lain. Maka jika kita paham semua hal ini, maka kita bisa bersikap dewasa dalam berpolitik.
  3. Pahamilah keanekaragaman madzhab dan pendapat dalam internal agama masing-masing. Lalu pahami bahwa setiap madzhab itu sebenarnya bersumber dari satu sumber yang sama yaitu kitab suci.
  4. Bangun persaudaraan antar umat beragama atas nama kemanusiaan. Jika kita tidak bisa menerima keyakinan agama orang lain, maka setidaknya kita menerima mereka karena kita sama-sama manusia. Sama-sama menghirup udara yang sama di planet ini. Dan sama-sama meminum air yang sama dari bumi yang sama.
  5. Hindari isu, hoax, desas-desus, dan fitnah. Yakinlah menyebarkan dan menerima berita bohong itu adalah salah, dalam Islam bahkan berdosa dan melanggar ajaran Al-Qur’an.
  6. Waspadai kepentingan ekonomi yang orientasinya murni kepentingan uang. Biasanya mereka siap mendanai apa saja yang menguntungkan kepetingan ekonomi mereka.
  7. Berdoalah menurut keyakinan masing-masing kepada Tuhan, agar menjauhkan Indonesia dari kehancuran perang saudara.

Salam Perdamaian!

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *