17 Feb Membangun Relawan Membayar, Bukan Relawan Dibayar

Sharing is caring!

Relawan DJOSS - Relawan Duta Djarot-Sihar Relawan Duta Djarot Sihar - Membangun Relawan Membayar, Bukan Relawan Dibayar

Relawan Duta Djarot-Sihar Bukan Relawan Dibayar

Merubah karakter suatu bangsa memang bukan hal yang gampang, Singapura untuk mengubah bangsanya juga butuh waktu 50 tahun dengan seorang Pemimpin yang berkarakter kuat.

Benar kata Jokowi kita harus Revolusi Mental kalau mau bangsa ini menuju kemajuannya, apa yang Jokowi impikan hanya bisa dimengerti dan dilaksanakan Pak Ahok.

Dalam Pilkada Jakarta Pak Ahok berhasil mengubah karakter yang terjadi selama ini yaitu menjadikan Relawan yang membayar bukan Relawan yang dibayar, bahkan kelebihan sumbangan dari Relawan diserahkan ke KPUD itulah hebatnya Pak Ahok.

Ketika kita bercuap-cuap ingin mendapatkan Pemimpin Yang Bersih dari Korupsi, apakah rakyatnya juga memberi jalan bagi seorang pemimpin agar tidak korupsi?

Bagaimana seorang Pemimpin bisa bersih kalau dalam kampanyenya beliau bagi-bagi duit, walaupun tampak hanya membagi uang 50 ribu, namun kalau itu dilakukan untuk rakyat yang jumlahnya 10 juta orang maka Calon Pemimpin itu akan menghabiskan dana sebesar 50 Miliar, bayangkan dana sebesar itu dihamburkan hanya mau mendudukkan seseorang menjadi Pemimpin, maka bila kelak jadi Pemimpin pastilah Pemimpin ini akan korupsi pengembalian modal, jadi jangan heran kalau banyak Kepala Daerah terjerat kasus Korupsi.

Berpedoman terhadap hal tersebut di atas dari segi relawan juga perlu diajari untuk menolak dibayar, jangan karena urusan uang 50ribu, maka daerahnya akan mengalami perlambatan pembangunan selama 5 tahun, bila berganti lagi Pimpinan dan terpilih lagi Pimpinan yang bagi-bagi duit, maka bencana akan berlanjut 5 tahun ke depan lagi, akan terjadi Pakceklik berkelanjutan, inilah yang terjadi di Sumut.

Jadi saya ingin mengajak rakyat Sumut untuk menyadari hal ini, jangan jadi Relawan yang dibayar, hendaknya mari kita dukung Calon Pemimpin kita dengan sedikit pengorbanan kita, dengan demikian kita akan mendapatkan Calon Pemimpin yang bersih, yang bisa membangun demi rakyatnya, bukan berpikir untuk kembalikan modalnya.

Memang sulit mengubah karakter suatu bangsa tapi kalau ada keinginan kita bisa, Jokowi telah menganjurkan Revolusi Mental dan Pak Ahok sudah memulainya, kini Pak Djarot-sihar ingin maju secara bersih, mari Relawan Yang membayar bukan Relawan Yang Dibayar, kita ubah karakter bangsa ini, dimulai dari kita sendiri para Relawan.

Ditulis Oleh: Amin Minhan (Ketua Umum Relawan Samudjas, Serikat Anak Medan Untuk Djarot-Sihar)

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *