22 Feb Batal Pemaparan Visi dan Misi ERAMAS dan DJOSS Tidak Hadir, Kenapa?

Sharing is caring!

Relawan DJOSS - Relawan Duta Djarot-Sihar batal pemaparan visi dan misi eramas dan djoss tidak hadir kenapa - Batal Pemaparan Visi dan Misi ERAMAS dan DJOSS Tidak Hadir, Kenapa?

Lembaga – lembaga Gereja Kristen dan Organisasi Masyarakat Kristen batal menggelar kegiatan pemaparan visi dan misi Cagub dan Cawagub Sumatera Utara 2018 – 2023 di  Rumah persembahan GBI di Jalan Jamin Ginting Km 11.5 No 65 Simpang Selayang Padang Bulan, Medan (Kamis, 22 Februari 2018). Kegiatan yang mengundang kedua pasangan CAGUB dan CAWAGUB SUMATERA UTARA serta ribuan umat Kristen itu batal karena dilarang Bawaslu. Terdapat ketidakjelasan informasi dari penyelenggara pemilu kepada panitia.

Ketidakhadiran Djarot dikarenakan mengikuti acara Rakernas PDI Perjuangan di Bali, namun beliau akan meminta Sihar untuk hadir.

“Ketidakhadiran Pak Djarot dikarenakan mengikuti acara Rakernas PDI Perjuangan di Bali, namun beliau akan meminta tolong agar Pak Sihar hadir ke acara tersebut.”, kata RE Nainggolan selaku salah satu pemrakarsa kegiatan.

Begitu juga yang terjadi pada Edy Rahmayadi, sehingga dia batal hadir. Sampai Rabu malam (21/2/2018), disebutkan Edy masih berkomitmen menghadiri acara tersebut. Musa Rajeckshah selaku pendamping Edy terlebih dahulu sudah konfirmasi berada di luar kota.

“Pak Edy Rahmayadi melalui percakapan melalui telepon sekitar pukul setengah sembilan tadi menyatakan batal hadir karena dilarang Bawaslu. Pak Musa Rejeckshah sebagai pendamping Pak Edy sudah berada di luar kota.” tegas RE Nainggolan, tokoh masyarakat Sumut, selaku salah satu pihak pengundang dalam acara tersebut.

Namun akibat larangan dari Bawaslu kedua paslon membatalkan hadir karena tidak mau akan ada masalah dalam pencalonan mereka sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara.

Menurut mantan Sekretaris Daerah Pemprov Sumut ini, sebelumnya dia sudah berbicara kepada salah seorang Komisioner Bawaslu Sumut, yakni Herdi Munthe guna mengkomunikasikan acara tersebut. Oleh Herdi dinyatakan acara pemaparan visi dan misi calon Gubsu bisa digelar asalkan tidak berubah jadi acara kampanye.

“Ini memang bukan acara kampanye. Tidak ada pembagian brosur atau stiker, tidak ada teriakan yel yel pemenangan. Acara ini juga tidak digelar di dalam gereja, jadi tidak ada yang menyalahi ketentuan,” tegas RE.

Sebelumnya, anggota Bawaslu Sumut Aulia Andri meminta seluruh lembaga masyarakat yang ingin menyelenggarakan kegiatan serupa untuk tidak lupa berkoordinasi dengan pihak terkait mulai dari KPU, Bawaslu dan kepolisian.

Dalam contoh kegiatan oleh GBI, menurut Aulia pihaknya tidak mendapat informasi resmi dari panitia. Justru, informasi kegiatan itu didapat dari tim pemenangan Paslon yang berkoordinasi ke Bawaslu Sumut.

“Harusnya masyarakat atau kelompok-kelompok masyarakat yang ingin menyelenggarakan kegiatan serupa berkoordinasi dengan KPU, sehingga mereka mendapatkan legitimasi, KPU bisa meminta Bawaslu untuk mengawasi dan juga diberitahukan ke kepolisian,” kata Aulia. Ia juga membantah Bawaslu melarang kegiatan di GBI.

Menurutnya, hal ini tak lain untuk kondusifitas serta kelancaran kegiatan kampanye Paslon yang akan berlangsung hingga 23 Juni mendatang.

Original Source: https://djoss.id/batal-pemaparan-visi-dan-misi-eramas-dan-djoss-tidak-hadir-kenapa/

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *