04 Mar Ibu-Ibu Minta Ibu Happy Dan Patrecia Kunjungi Industri Rumah Tangga di Desa Pematang Lalang Percut Sei Tuan Deliserdang

Sharing is caring!

Beragam cara yang dilakukan relawan untuk mendukung Djarot-Sihar. Relawan Amanah contohnya, relawan ini mendampingi ibu-ibu rumah tangga dengan membentuk kelompok kerajinan rumah tangga.

Namora selaku ketua Amanah menjelaskan, bukan hanya mensosialisasikan Djarot-Sihar saja namun melakukan pendampingan kepada masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

“Kami bukan hanya melakukan sosialisasikan Pak Djarot-Sihar saja, namun kami melakukan pendampingan kepada masyarakat dengan membentuk kerajinan rumah tangga. Tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat desa Pematang Lalang kec. Percut Sei Tuan Deli Serdang,” kata Namora selaku ketua Amanah.

Banyak harapan-harapan yang muncul dari masyarakat.

“Kami berharap hal seperti ini terus dilakukan, pendampingan kepada masyarakat melalui industri rumah tangga seperti ini. Kami bisa dapat tambahan uang untuk dapur kami dari hasil industri rumah tangga seperti ini,” kata ibu Rafea warga desa Pematang Lalang kec. Percut Sei Tuan Deliserdang.

Sambil merajut bross hijab ibu Fauziah dan ibu Dahlia menjelaskan bahwa mereka tidak mendapat KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan KIS (Kartu Indonesia Sehat) pihak-pihak hanya mendata saja.

Relawan DJOSS - Relawan Duta Djarot-Sihar ibu ibu minta ibu happy dan patrecia kunjungi industri rumah tangga di desa pematang lalang percut sei tuan deliserdang - Ibu-Ibu Minta Ibu Happy Dan Patrecia Kunjungi Industri Rumah Tangga di Desa Pematang Lalang Percut Sei Tuan Deliserdang
Relawan DJOSS - Relawan Duta Djarot-Sihar ibu ibu minta ibu happy dan patrecia kunjungi industri rumah tangga di desa pematang lalang percut sei tuan deliserdang 1 - Ibu-Ibu Minta Ibu Happy Dan Patrecia Kunjungi Industri Rumah Tangga di Desa Pematang Lalang Percut Sei Tuan Deliserdang

“Kami hanya di data saja, setiap bulan selalu di data tapi kami tidak mendapat sama sekali KIP dan KIS. Kami berharap Bapak Djarot-Sihar dapat memperhatikan kami. Maunya ibu Happy dan Ibu Patrecia Siahaan datanglah dampingi kami ibu-ibu disini,” kata ibu Fauziah dan Dahlia masyarakat desa Pematang Lalang kec. Percut Sei Tuan Deliserdang.

Di tempat terpisah, Pai masyarakat desa Bandar Kelippa kec. Percut Sei Tuan Deliserdang menjelaskan bahwa banyak masyarakat yang mengeluh tentang pembuatan KTP yang lama. Bahkan tak jarang masyarakat dikutip biaya Rp 150 ribu – Rp 250 ribu untuk pembuatan KTP.

“Kalau saya berharap agar birokrasi di SUMUT harus benar-benar baik, misalnya saja pembuatan KTP yang lama lebih dari 1 tahun. Bahkan kalau mau cepat ada yang mematok harga Rp 150.000 – Rp 200.000. Coba lah abang pikirkan,” keluh Pai warga desa Bandar Kelippa Kecamatan Percut Sei Tuan Deliserdang.

Original Source: https://www.djoss.id/minta-ibu-happy-dan-patrecia-kunjungi-industri-rumah-tangga-di-desa-pematang-lalang-deliserdang/

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *