08 Jun Djarot : Saya Bagi-Bagi Pengalaman, Bukan Bagi-Bagi Uang di Asahan

Sharing is caring!

Beberapa hari terakhir beredar luas isu di media sosial Calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut 2 Djarot Sayful Hidayat ditangkap karena ketangkap tangan bagi-bagi uang ke sejumlah kepala desa di Asahan. Disebutkan Djarot tertangkap oleh Badan Pengawas Pemilu dan sempat dilarikan ke kantor polisi. Namun kemudian dilepas. Bahwa Tim Eramas yang memergoki kasus ini.

Relawan DJOSS - Relawan Duta Djarot-Sihar djarot saya bagi bagi pengalaman bukan bagi bagi uang di asahan - Djarot : Saya Bagi-Bagi Pengalaman, Bukan Bagi-Bagi Uang di Asahan

Ditemui di sela-sela acara Dialog Publik dengan thema ” “Lebih Dekat dengan Mas Djarot” yang diadakan oleh Cendikia Kawan DJOSS di Hotel Candi Jl. Darusalam, Kamis (07/06/2018), Djarot Sayful Hidayat mengklarifikasi berita hoax tersebut.

“Aneh zaman sekarang kok ada ya menyebarkan berita hoax seperti itu, tidak ada kerjaan ya mereka. Kalau ada yang percaya berita tak benar itu, perlu dipertanyakan orang itu,” tegas Djarot menjelaskan berita tentang tangkap tangan kasus bagi-bagi uang ke sejumlah kepala desa di Asahan di depan ratusan pendukung Djarot – Sihar.

Cagub SU yang diusung PDI P dan PPP ini menambahkan bahwa saat itu (5/6/2018), dia beserta rombongan tengah dalam perjalanan pulang dari Tanjung Balai menuju Medan. Saat melintasi Kabupaten Asahan para kepala desa yang tengah mengadakan rapat di kantor APDESI memintanya singgah. Dia pun turun dan bergabung dengan mereka. Duduk dengan cara lesehan, bersilaturahmi.

Relawan DJOSS - Relawan Duta Djarot-Sihar djarot saya bagi bagi pengalaman bukan bagi bagi uang di asahan 1 - Djarot : Saya Bagi-Bagi Pengalaman, Bukan Bagi-Bagi Uang di Asahan

“Coba kita pikir sama-sama bagaimana saya tahu masalah dan mengerti kalau tidak bertemu dan silaturahmi,” kata Cagub yang diusung oleh PDI P dan PPP.

Beberapa persoalan disampaikan para kepala desa kepada mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, diantaranya pembuatan kartu keluarga, kartu tanda penduduk dan yang lain-lainnya yang mana pembuatannya selalu lama.

“Banyak persoalan yang disampaikan para kepala desa itu kepada saya, misalnya pembuatan KK, KTP dan lain-lainnya dengan waktu yang lama dan bahkan dipersulit, bagaimana ini pak kami menyelesaikan masalah ini,?” kata Djarot sambil memperagakan gaya para kepala desa tersebut.

“Ya saya membagikan pengalaman yang pernah saya alami, sewaktu saya menjadi Walikota Blitar, Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta. Itu yang saya bagi-bagi ke mereka, bukan uang. Buat apa saya bagi-bagi uang, sama saja saya berdosa membahongi hati nurani saya. Karena saya tidak akan membagi-bagi kan uang,” tegas Djarot.

Djarot menambahkan banyak pihak-pihak yang panik dan kawatir dengan situasi ini, dan akhirnya menyebarkan fitnah serta berita-berita hoax.

“Saya ragu kalau orang-orang ini panik mungkin yang mengetahui acara itu sehingga disebarkan berita bohong. Tidak ada kampanye di situ,dan merasa takut” tambah Djarot.

Informasi yang beredar di berbagai grup WhatsApp, melalui akun Facebook yang diduga milik inisial DBT disebutkan Djarot benar melakukan bagi-bagi uang di Kantor APDESI yang berada di Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Asahan. Digambarkan, terdapat ceceran pengikat uang bertanda bank BNI.

Djarot telah meminta tim hukumnya untuk mengadukan pihak-pihak yang menuduhnya melakukan bagi-bagi uang ke Gakkumdu Bawaslu Sumut. Termasuk juga pihak yang menyebarluaskan informasi bohong tersebut.

“Biar ada pembelajaran saya sudah meminta tim hukum mengadukan ke Gakkumdu. Termasuk yang menyebarkan juga ikut diadukan,” kata Djarot.

Original Source: https://www.djoss.id/djarot-saya-bagi-bagi-pengalaman-bukan-bagi-bagi-uang-di-asahan/

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *