Sharing is caring!

Relawan DJOSS - Relawan Duta Djarot-Sihar Program Kerja Djarot Sihar - Program Kerja Djarot-Sihar

Program Kerja Djarot-Sihar

REFORMASI BIROKRASI: Menjadikan Birokrasi Sumatera Utara sebagai institusi pelayan masyarakat yang semakin profesional dan dipercaya

  1. Menyederhanakan proses pengurusan perizinan dan dokumen kependudukan dengan:
    • Mengurangi persayaratan yang tidak krusial namun memberatkan
    • Menggabungkan proses pengurusan beberapa izin dengan penerbitan secara simultan dengan membangun Mal Pelayanan Publik
    • Meminimalisasi kesulitan warga dalam pengurusan izin dengan menjadikan birokrasi lebih proaktif melalui program jemput bola seperti izin online
    • Menggunakan Aplikasi berbasis IT agar seluruh perizinan dan semua pengurusan dokumen kependudukan dapat dilakukan secara online
    • Pembuatan akta kelahiran dan kematian dapat dilakukan langsung di Rumah Sakit yang bersinergi dengan pemerintahan Kabupaten/Kota
    • Membangun sinergitas dengan pemerintah daerah Kabupaten/Kota yang kuat untuk pembangunan berkelanjutan dan optimalisasi berbagai sumberdaya yang dimiliki Sumut
  2. Menjadikan birokrasi pemerintah daerah Provinsi sebagai agen perubahan dan menjadi teladan dalam pemberian layanan publik seperti:
    • Menciptakan Data Base perizinan terpadu
    • Meningkatkan kinerja birokrasi dengan mendorong implementasi undang-undang aparatur sipil Negara (UU ASN) yang membuka system rekrutmen bagi pegawai Non PNS
    • Menyempurnakan penggunaan lndikator kinerja atau (KPI) dalam rangka menilai dan mengevaluasi kinerja birokrasi secara terukur sebagai dasar dalam melakukan lelang jabatan, rotasi, mutasi, demosi dan penentuan besaran tunjangan kinerja daerah (TKD)
    • Rotasi, mutasi dan demosi pegawai dilakukan dengan transparan melalui lelang terbuka dan berbagai pertimbangannya tercatat dalam sistem kepegawaian (SIMPEG)
    • Meningkatkan efektifitas dan efisiensi kinerja birokrasi dengan rasionalisasi jumlah pegawai melalui seleksi penerimaan yang lebih ketat, objektif, terbuka dan penegakan disiplin yang lebih terukur.
    • Mempercepat waktu dan kwalitas respon dan birokrasi dalam sistem pengaduan masyarakat sebagai alat utama untuk pencegahan KKN dan mendorong perbaikan kinerja birokrasi dengan dijadikan respon terhadap pengaduan sebagai salah satu KPI
    • Menjadikan setiap pejabat Pemda untuk membuat laporan harta kekayaan penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setiap tahun
  3. Melanjutkan dan memperkuat kerja sama dengan KPK, Kepolisian, Kejaksaan, PPATK, BPK dan BPKP dalam rangka pemberantasan KKN.
  4. Meningkatkan transparansi anggaran melalui sistem IT yang mudah diakses publik, termasuk membuka detail kegiatan yang direncanakan, komponen yang akan dibeli dan harga satuan barang dengan tujuan agar masyarakat proaktif mengawasi penganggaran.
  5. Melanjutkan keterlibatan auditor profesional dalam proses penyisiran anggaran untuk meminimalisasi penyalahgunaan dan pemborosan anggaran.
  6. Menyempurkan system perencanaan terpadu (mulai dari e-musrembang sarnpai dengan e-budgeting) sehingga proses perencanaan semakin terkendali dan tepat sasaran.
  7. Meningkatkan pendapatan daerah dengan cara memudahkan pernbayaran pajak secara online dan pemberian sanksi yang tegas bagi wajib pajak yang tidak patuh.
  8. Menerapkan biaya pemanfaatan aset milik Pemda dengan harga yang layak dan kompetitif dipasaran dan memperbaiki system pencatatan aset agar seluruh aset terinventarisasi dan terkelola dengan baik.

 

PENDIDIKAN: Menjamin akses pendidikan untuk seluruh warga dan meningkatkan kualitas pendidikan Sumatera Utara

  1. Melaksanakan amanat Undang-undang dengan menjamin pelayanan pendidikan berkualitas gratis selama 12 tahun bagi siswa-siswi tidak mampu melanjutkan program Kartu Sumut Pintar (KSP).
  2. Mewajibkan penggunaan KSP secara non tunai agar tepat sasaran terkontrol dan mudah dievaluasi secara berkala dengan pendataan semakin lengkap.
  3. Meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah milik Pemda melalui pelatihan guru dan bekerjasama dengan instansi pendidikan unggul.
  4. Memberikan bantuan pendidikan perguruan tinggi bagi siswa-siswi tidak mampu untuk melanjutkan ke perguaruan tinggi Negeri.
  5. Melanjutkan rehabilitasi bangunan sekolah-sekolah Negeri milik Pemprov ditunjang Fasilitas Pendidikan yang layak sesuai standart Nasional dan berbasis IT.
  6. Pembentukan SMK Mandiri yang dikerjasamakan dengan dunia usaha dan lnstitusi lain untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang dapat langsung berkarya di dunia kerja dan berkompetisi dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
  7. Pemberian Tunjangan (TKD) guru, kepala sekolah dan tenaga pendidik yang berbasis kinerja untuk memberi insentifbagi tenaga pendidik yang berkwalitas.
  8. Rotasi guru dan kepala sekolah untuk peningkatan dan pemerataan kualitas sekolah dengan menempatkan tenaga pendidik berkinerja terbaik di wilayah tersulit.

 

KESEHATAN: Menjamin akses kesehatan untuk seluruh warga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Sumatera Utara

  1. Jaminan kesehatan dengan mekanisme BPJS Penerima Bantau luran (PBI) kelas tiga dan mendorong keanggotaan BPJS warga melalui Kades, Lurah dan Dinas Kesehatan dan melakukan kerjasama dengan pemerintah Kabupaten/Kota.
  2. Peningkatan kesehatan masyarakat dengan program preventif dan promotif kesehatan dan meningkatkan kwalitas hidup pasien melalui pengobatan terbaik.
  3. Pemerintah Provinsi akan membenahi Rumah Sakit milik Pemprovsu yaitu RS Haji dan RS Jiwa, baik dalam pelayaan maupun dalam fasilitas fisik.
  4. Peningkatan pelayanan kesehatan dengan perbaikan waktu tunggu rawat jalan.
  5. Kesediaan ambulance gratis bagi warga.
  6. Meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga kerja kesehatan dengan membuka sistem rekrutmen terbuka sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan serta menjalankan sistem sertifikasi.

 

PERTANIAN, PERKEBUNAN, PETERNAKAN, PERIKANAN & INDUSTRI HILIRISASI: Memaksimalkan seluruh potensi, komoditi strategis yang ada untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat Sumatera Utara

  1. Membangun kedaulatan pangan berbasis agribisnis kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Sumatera Utara.
  2. Mewujudkan kedaulatan pangan di Sumatera Utara melalui peningkatan produksi padi dan pangan lainnya dengan penerapan teknologi budidaya serta pengembangan pertanian organik, mekanisasi, agro-input, riset, pasca panen dan pengolahan hasil-hasil pertanian serta mendorong program nasional “desa berdaulat benih”.
  3. Pengendalian harga, melakukan perbaikan tata niaga beras dan komoditi pertanian/perkebunan dan mendorong terbentuknya pasar-pasar rakyat.
  4. Mendorong pelaksanaan refonna agraria serta meningkatkan akses petani terhadap kepemilikan lahan, serta membantu sertifikasi lahan yang dibutuhkan dalam memperoleh fasilitas kredit perbankan bagi petani dan kelompok tani.
  5. Melakukan pengawasan terhadap implementasi kebijakan subsidi pupuk dan pengembangan pupuk organik bagi para petani dan kelompok tani.
  6. Membentuk dan mendorong kemandirian Gapoktan, Koperasi serta melakukan penyuluhan dan pembinaan bagi para petani.
  7. Membangun Infrastruktur terkoneksi antar wilayah sehingga dapat mempercepat arus barang distribusi berupa hasil-hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.
  8. Pengembangan pemasaran dan promosi hasil-hasil Pertanian/Perkebunan dan Komoditas Strategis ke pasar nasional maupun internasional.
  9. Mendorong pembangunan petemakan di Sumatera Utara yang meliputi: peningkatan produksi hasil petemakan menuju swasembada daging, pencegahan penyakit ternak, penerapan teknologi di bidang peternakan, pemasaran hasil, dan pengembangan kawasan peternakan sapi rakyat dan komoditas peternakan lainnya.
  10. Mewujudkan kedaulatan perikanan di Sumatera Utara melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, pengembangan budidaya perikanan, pengembangan perikanan tangkap, dan optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan.
  11. Optimalisasi penguatan dan pengembangan pelabuhan perikanan sebagai pusat bisnis perikanan terpadu, pembangunan pasar ikan higienis, sistem komputerisasi pada pelelangan ikan, pembangunan gudang ikan pendingin khususnya di daerah ikan melimpah dan menciptakan pasar ikan dengan pembeli nasional maupun internasional.
  12. Mengembangkan industri hilirisasi hasil-hasil perkebunan seperti mendorong pengolahan sawit menjadi mentega dan kosmetik, pengolahan kopi kemasan, pengolahan kelapa, pengolahan makanan dari kakao, dll.
  13. Mendorong iklim investasi di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan industri hilirisasi dan memudahkan regulasi investasi sehingga investor tertarik menanamkan investasi di Sumatera Utara.
  14. Membangun komunikasi dan sinergitas antar wilayah dengan potensi di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan industri hilirisasi yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Utara sehingga menjadi satu rampak barisan dalam membangun Sumatera Utara yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.

 

PARIWISATA, KEBUDAYAAN DAN OLAHRAGA: Menjadikan Sumatera Utara sebagai destinasi pariwisata utama di Indonesia dan Asia Tenggara, dan menjadikan pariwisata sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Sumatera Utara

  1. Mengembangkan kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata unggulan dengan pembangunan lnfrastruktur hotel dan resort bertaraf Internasional.
  2. Mendorong pembangunan pusat kebudayaan terpadu di Sumatera Utara yang menampilkan berbagai macam seni budaya daerah.
  3. Menyediakan rumah cagar budaya sebagai pusat kebudayaan bagi komunitas lokal untuk menjadi tempat berkumpulnya pegiat dan penikmat seni.
  4. Membagun dan merevitalisasi GOR (Gelanggang Olahraga) untuk setiap cabang olahraga dengan retribusi yang kompetitif atau kerjasama dengan pihak ketiga agar pengelola GOR mandiri dan berkualitas.
  5. Mendukung klub-klub olahraga dengan pemberian insentif kepada klub yang telah berhasil membina atlet memenangkan kejuaran tingkat regional, nasional dan internasional.
  6. Mendorong kerjasama komunitas seni lokal dengan promotor festival bertaraf internasional untuk menghasilkan kolaborasi pertunjukan seni tingkat dunia di Sumatera Utara.
  7. Mengintegrasikan sekolah bidang pariwisata dengan industri pariwisata dan budaya untuk mewujudkan Sumatera Utara sebagai destinasi wisata dan budaya.
  8. Mendorong terlaksananya event-event budaya di tiap-tiap kabupaten/Kota di Sumatera Utara secara berkesinambungan.

 

EKONOMI: Menjadikan Pemprov sebagai salah satu pelaku ekonomi utama untuk menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi

  1. Meningkatkan peran BUMD dalam mendukung ekonomi daerah dan mempercepat program pembangunan prioritas di bidang ketahanan pangan, penyediaan hunian layak, infrastruktur dan transportasi.
  2. Menjamin ketersediaan 9 bahan pokok di lokasi dan dengan harga yang terjangkau bagi warga dengan mendorong peranan BUMD memotong rantai distribusi yang panjang, salah satunya melalui pelaksanaan Operasi Pasar oleh BUMD di lokasi padat penduduk secara rutin.
  3. Memberbaiki kesehatan finansial dan meningkatkan performa BUMD melalui pemilihan manajemn yang profesional, peningkatan corporate governance dan pengawasan BUMD berbasis IT agar BUMD memperkuat pendapatan anggaran daerah.
  4. Melanjutkan revitalisasi pasar tradisional dan pembangunan pasar basah modern dibagian wilayah di Sumatera Utara.
  5. Memperkuat daya saing perdagangan kecil dengan mendorong pelatihan sertifikasi untuk pedagang kecil, melanjutkan pemberian kredit yang terjangkau bagi UMKM yang diintegrasikan dengan lokasi binaan, serta penyediaan lokasi usaha perdangan kecil di lokasi-lokasi yang strategis.

 

LINGKUNGAN HIDUP: Mewujudkan daerah yang berkesinambungan dan ramah lingkungan

  1. Membuat sistem pengelolaan sampah yang menyeluruh dan terpadu dari pengangkutan sampah dirumah warga hingga pengiriman sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).
  2. Membangun pengelolaan sampah (incinerator) di lokasi strategis dengan teknologi yang sudah terbukti di Negara maju.
  3. Memberikan insentif untuk pembangunan green building dengan sistem pengelolaan limbah secara mandiri.
  4. Menerapkan regulasi pemberian insentif bagi masyarakat untuk melalukan daur ulang dan pengurangan volume sampah.
  5. Berkerjasama dengan bank sampah yang dikelola oleh masyarakat dalam pengelolan tempat pembuangan sampah (TPS).
  6. Mendorong integrasi PAM dan PAL untuk memberikan layanan satu pintu atas kebutuhan air dan pengelolaan limbah.
  7. Mendorong pengelolaan IPAL dibangun pemerintah, swasta dan rumah tangga berbasis komunal (sanitasi masyarakat) terutama di lingkungan padat penduduk.
  8. Menegakkan aturan standart kelayakan kendaraan bermotor melalui uji KIR secara lebih ketat.
  9. Mempercepat perluasan pembangunan hutan dan taman kota di lokasi-lokasi strategis.
  10. Mendorong pelaksanaan dan memperluas area car free day yang diadakan setiap akhir pekan.
  11. Mewujudkan kawasan larangan merokok di kawasan yang diamanatkan oleh peraturan daerah (Perda).

Sharing is caring!